Selasa, 04 Oktober 2011

2. Dosa

Halooo!

Boleh nggak saya menurunkan formalitas sedikit, bicara dengan gue-lo aja gimana?

(Hening)

Oke!

Jadi 2 hari kemaren gue lewatkan dengan mengikuti training ESQ, semacam lembaga? (entah?) yang membuat seminar untuk mengembangkan EQ, IQ, SQ. Gue terlalu males ngetik untuk menjelaskan tapi ya sudah lah ya, bisa cari sendiri kan? Hoho.

Pokoknya kalau menurut gue ESQ itu ceramah tapi versi lebih kenceng dan lebih mendalami. Contoh; kita di suruh sujud sambil mengingat dosa. Kakak trainernya kalau ngomong kenceng banget, mana gue duduk sebelah speaker.

Yang pas nginget dosa itu pengalaman yang bagi gue paling beuh. Karena (selain sujud/duduk/berdiri di sebelah speaker) gue merasa punya banyak banget dosa. Pas di sesi itu gue nangis dari awal sampai akhir. Tapi nggak di sangka ada yang lebih lebay lagi nangisnya. Temen gue! Sebut saja dia.. Mawar.

Mawar adalah sahabat gue, dia seatmate gue, sekaligus temen satu SD yang waktu SD gue dan dia bahkan nggak pernah sapa-menyapa (HAHA). Mawar menurut gue tuh orang yang alim dan bener-bener rajin ibadah, puasa senin kamisnya rajin banget. Pantas di acungkan jempol lah (ea).

Lalu setelah melihat Mawar yang sealim dan yang menurut gue lebih dikit banget dosanya di banding gue malahan nangis se-kejer itu, timbullah pikiran ini; Merasa punya banyak dosa itu manusiawi, jadi merupakan hal yang wajar untuk berpikiran kayak gitu.

Some photos that I took using my low-quality camera phone:
































(KAKAK TRAINERNYA MIRIP BGT SAMA JIHAD BTW!)

WASSALAM.

Azenia Tamara

Tidak ada komentar:

Posting Komentar